“Dewa di mana?” tanya Reno sambil menggaruk kepala saat berhenti tidak jauh dari Rindu. Ia baru keluar dari kamar dan belum berniat mandi pagi untuk menikmati hari liburnya. Bukannya menjawab, Rindu justru meledek Reno sambil melewati pria itu menuju ke dapur. “Duuh si Abang, pagi-pagi gini tuh, enaknya ngumpul sama istri. Apalagi habis hujan dari semalam, kaaan.” “Istri, istri.” Reno berdecih sambil mengikuti Rindu. “Dianya diajak nikah aja nggak mau. Banyak bener alasannya.” “Bukannya nggak mau.” Rindu berdecak. Membuka lemari pendingin, lalu mencari puding buatan Lita yang sempat dikirim kemarin sore untuk Dewi. “Kamu, kan, tahu sendiri alasannya apa.” “Ya maksudku, kita bisa kayak kamu sama Dewa dulu.” Rindu terdiam sebentar saat tangannya menyentuh cup puding. Mencerna ucapan Ren

