48~Bukan Cinderella

1423 Words

“Mama pulang sama aku,” ucap Reno pelan saat membantu Fathiya berdiri. “Lita diantar Rindu, biar Mama nggak kecapean di jalan mutar-mutar.” Fathiya mengangguk dan tidak membantah, karena ia juga butuh istirahat. Selain itu, ada hal yang juga harus dibicarakan berdua saja dengan Reno. “Tante, makasih mobil-mobilannya,” ucap Lita masih tidak enak hati dengan pemberian Fathiya. Wanita itu mengangguk, sambil melihat Tirta yang sudah tertidur lelap di stroller. “Maaf kalau sudah ngerepotin.” “Tak repot pun,” ujar Fathiya. Sedikit merasa bersalah, karena Lita juga menjaga jarak dengannya. Lebih banyak diam, sama seperti sikap Tiara ketika membesuknya di rumah sakit. Bahkan, sampai sekarang hubungan Fathiya dan Tiara tidak lagi akrab seperti dulu. Lita mengangguk dan tersenyum canggung. Seger

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD