“Anindya!” Rindu masih saja merapalkan nama tersebut karena kesal. Selain karena ucapan Anin, Rindu juga masih emosi karena Lita hanya diam dan tidak membalas sama sekali. Rindu jadi geregetan sendiri. Ke mana perginya Lita yang dulu? Lita yang selalu melawan Rindu dan tidak pernah mau kalah. Lita yang menjengkelkan dan bisa membuat Rindu naik pitam setengah hidup. “Udah Rin, udah,” ujar Lita kembali mencoba menenangkan. Sepertinya, Anin sudah mengetahui siapa sebenarnya Reno Lita heran, kenapa Rindu yang sekarang mudah sekali tersulut emosinya. “Apanya yang udah!” “Marahmu, Rin.” “Aku nggak marah, cuma kesel!” Meskipun sudah menghabiskan uang Reno di beberapa butik, amarah Rindu belum juga reda. “Kamu gampar, kek, Ta. Atau, balas omongan orang itu.” Lita justru terkekeh santai mena

