“Fateh!” tegur Bayu pada keponakannya itu. Fateh menoleh pada Om Bayu kemudian mengangkat kedua tangannya ke udara tidak lupa juga mengendikkan kedua bahunya. Ia hanya memulai dengan satu kalimat pendek. Siapa sangka kalau di keluarga Amira ternyata juga ada orang seperti dirinya? Kalau Om Bayu ingin marah, kenapa tidak marah pada Om nya Amira saja? Om segala-gala Omnya Ammar itu kemudian meringis karena punggung kakinya diinjak oleh istri tercintanya. Bundo kanduang kesayangan semua orang itu menatapnya tajam. Apa Aini pikir semua ini juga salahnya? Tidak adakah yang merasa perlu menegur satu orang lainnya yang punya kesalahan lebih banyak dari Fateh malam ini? Ucup menghela napas kemudian berbicara pada semua orang untuk memaklumi putri dan Adik iparnya yang tidak pernah absen membu

