YAKIN TIDUR?

1054 Words

Sudah berusaha semaksimal mungkin agar tidak ketinggalan, tetapi tetap saja tertinggal. Langkah Sheilla terhenti, kakinya menghentak karena kesal. Tidak perduli akan mendapat tatapan aneh, sekali kesal selamanya akan tetap kesal! Kesal bukan sembarang kesal, pasalnya kini Sheilla kehilangan jejak Mathew. Tadi pria itu masih tegur sapa dengan tamu lain, tetapi sekarang sudah hilang. Sheilla menoleh ke kanan dan kiri. Andai bisa memilih, ingin rasanya dia pulang detik ini juga. Perutnya sudah kenyang makan kue, mata pun mengantuk. "Tuan Alexander, kenapa anda terlihat menjaga jarak dengan putri dan menantu anda? Kami melihat tidak ada tegur sapa." "Apa hubungan kalian baik-baik saja, Tuan?" Suara ramai di belakang membuat Sheilla menoleh. Tidak jauh dari tempatnya berdiri ada sang Ayah t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD