bc

Balas Dendam Istri Taruhan

book_age18+
152
FOLLOW
1.0K
READ
revenge
dark
love-triangle
contract marriage
BE
one-night stand
family
HE
escape while being pregnant
love after marriage
age gap
fated
forced
opposites attract
second chance
friends to lovers
pregnant
arranged marriage
playboy
arrogant
badboy
kickass heroine
heir/heiress
blue collar
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
bold
city
office/work place
cheating
childhood crush
disappearance
enimies to lovers
secrets
love at the first sight
affair
friends with benefits
substitute
civilian
like
intro-logo
Blurb

Warning 21++

"Kalian menjadikanku taruhan, maka aku akan menjadikan kalian mainan yang hancur di tanganku."

Setelah delapan tahun cintanya dicampakkan begitu saja, Aruna mengira pernikahannya dengan Jayden—seorang dokter spesialis yang tampan, dingin, dan sempurna—adalah takdir penyelamat hidupnya. Jayden paham segala hal tentang dirinya, melindunginya, dan seolah sangat mengenalnya luar dan dalam.

Sampai malam di mana ilusi indah itu hancur berantakan. Dari balik pintu yang sedikit terbuka, Aruna mendengar suaminya tertawa dingin bersama wanita lain.

"Aku sudah berhasil mendapatkan keperawanannya. Taruhanku dan Romi resmi berakhir setelah usia pernikahanku pas satu tahun. Aku harus menceraikannya di malam Aniversary kami agar dramatis."

Pria yang ia anggap penyelamat, ternyata hanya menjadikan tubuh dan pernikahannya sebagai bahan taruhan demi mendapatkan proyek perumahan mewah. Dan Romi—mantan kekasih yang bertahun-tahun ia bela—adalah otak di balik permainan biadab ini.

Tidak ada tangisan berlarut-larut, tidak ada amukan kemarahan. Aruna memilih tersenyum. Ia merubah penampilannya, memikat mertuanya yang berkuasa, dan membuat Jayden jatuh cinta setengah mati padanya—sebelum melayangkan gugatan cerai lebih dulu sebelum kontrak taruhan itu berakhir__agar Jayden mengalami kekalahan.

Namun setelah semua rencana Aruna untuk menghancurkan Jayden dan Romi selesai dan wanita itu memutuskan untuk melarikan diri bersama bayi yang ada di kandungannya, Jayden mengalami kehancuran yang sangat parah.

Dapatkah penyesalan yang terlambat membeli kembali ampunan dari hati yang telah mati?

chap-preview
Free preview
1. Delapan Tahun yang Sia-sia
Keheningan di dalam restoran mewah berbintang lima itu terasa mencekik. Aruna menatap cangkir teh chamomile di hadapannya yang sudah berembun tipis. Di depannya, seorang pria dengan kemeja putih mahal dan jas yang tersampir rapi di sandaran kursi menatapnya dengan pandangan tertekannya yang familier. Romi. Pria yang menemaninya selama delapan tahun terakhir. Pria yang pernah berjanji di bawah hujan deras saat mereka masih mahasiswa bahwa ia akan menikahi Aruna begitu ia berhasil sukses. Pria yang memberinya janji-janji manis tentang keluarga yang utuh hingga maut memisahkan. Keuarga utuh yang tidak pernah di dapatkan Aruna karena orang tuanya bercerai sejak dia masih kecil. Laki-laki yang selama delapan tahun sangat dia percaya itu lima belas menit yang lalu baru saja memutuskan hubungannya dengan Aruna di depan rekan kerjanya di kantor, hanya demi membela adik angkatnya yang belakangan ini terus menempel padanya seperti ulat daun. Sekarang mereka sudah berada di Kafe depan kantor Romi. Berbicara berdua__setelah perdebatan panjang yang melelahkan. "Kita tidak bisa melanjutkannya lagi, Aruna," suara Romi akhirnya memecah kesunyian. Datar, dingin, dan sangat tegas__seolah keputusan itu memang sudah lama dia rencanakan. Aruna menengadah, jemarinya mengepal di bawah taplak meja. "Kenapa, Romi? Aku sudah menunggumu delapan tahun. Aku membantumu dari saat kamu tidak punya apa-apa sampai kamu menjadi Direktur Operasional di perusahaanmu sekarang. Kenapa tiba-tiba begini?" Sedikitpun Aruna tidak menyebut nama adik angkat yang belakangan ini menjadi pemicu banyak pertengkaran mereka, karena Romi lebih memprioritaskannya. Romi menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang tampak lelah. "Ibuku tidak setuju. Kamu tahu itu. Keluarga kami membutuhkan wanita yang sederajat, Aruna. Latar belakang keluargamu... terlalu biasa. Aku tidak bisa membangkang pada orang tuaku setelah apa yang mereka investasikan padaku." Aruna hampir tertawa mendengarnya, namun tenggorokannya terbungkam oleh rasa sakit yang memotong jalurnya. Romi tidak pernah tahu bahwa perusahaan tempatnya bekerja—perusahaan tempat Romi merangkak naik sebagai direktur—adalah milik keluarga tiri Aruna. Aruna sengaja menyembunyikan kenyataan bahwa ia adalah adik kesayangan Devan, pemilik saham mayoritas PT Megah Nusantara, karena ia ingin mencintai Romi tanpa embel-embel status sosial. Ia ingin Romi mencintainya apa adanya. Tapi ternyata, kepolosannya justru menjadi alasan pria itu membuangnya. Meskipun sebenarnya Aruna tahu alasan Romi mengakhiri delapan tahun hubungan mereka yang ia-sia bukan hanya karena status sosial saja. "Delapan tahun, Romi..." suara Aruna bergetar. "Dan kamu membuangku hanya karena restu?" Aruna tidak habis pikir dengan jalan pikiran Romi. "Dan kenapa kamu harus melakukannya di depan semua orang di kantor?" Kali ini Aruna nyaris berteriak karena kesal dan marah. "Maafkan aku," Romi berdiri, merapikan jasnya tanpa memandang mata Aruna. "Aku harap kamu bisa menemukan pria yang sesuai dengan levelmu. Jangan cari aku lagi." Romi melangkah pergi, meninggalkan Aruna yang terpaku di meja Kafe mewah tersebut. Hari itu, sesuatu dalam diri Aruna mati. Rasa percaya, kehangatan, dan kepolosannya menguap bersama kepergian Romi. Sebenarnya Aruna tahu alasan kenapa mantan kekasihnya sampai tega mempermalukannya di depan semua rekan kerjanya. Laki-laki arogan yang memiliki ego sangat tinggi, yang selalu berusaha terlihat lebih hebat dari Aruna sampai membuat wanita itu merelakan mimpinya sebagai Arsitek__agar Romi tidak merasa lebih rendah dari kekasihnya itu. Aruna bisa membaca bahwa Romi sengaja mempermalukan Aruna lebih dulu karena gadis itu tahu perselingkuhan Romi dengan Lita__gadis manja yang diakui Romi sebagai adik angkatnya. Romi sengaja mendahului Aruna sebelum gadis itu mempermalukannya agar harga dirinya tetap terjaga dengan baik. Laki-laki busuk yang menurut Aruna sudah busuk dari akar. Tiga minggu berlalu tanpa drama, meskipun nama baik Aruna sebagai gadis yang baik tercoreng karena sikap Romi di kantornya sebelumnya. Aruna duduk di meja riasnya. Gaun pengantin berwarna putih gading membalut tubuhnya dengan sangat sempurna. Ayah kandung dan ibu tirinya yang mengetahui berita putusnya Aruna dan Romi—telah menjodohkannya dengan seorang pria. Pria pilihan mereka. Namanya Jayden. Berusia 32 tahun, seorang dokter spesialis bedah yang sangat terkenal, berwajah tampan rupawan, dan lahir dari salah satu keluarga konglomerat paling berpengaruh di ibu kota. Secara logika, tidak ada alasan bagi pria setingkat Jayden untuk menerima perjodohan dengan Aruna. Namun, pernikahan itu tetap terjadi. Saat acara resepsi berlangsung, Jayden berdiri di samping Aruna bagaikan patung es. Perawakannya tinggi, tegas, dan tatapannya dingin menembus siapa saja yang melihatnya. Ia nyaris tidak pernah tersenyum pada para tamu undangan. Namun, di balik sikap dinginnya yang mengerikan itu, Jayden melakukan hal-hal yang membuat hati Aruna cukup goyah. Saat Aruna mulai terbatuk kecil di tengah acara, Jayden tanpa bersuara menyodorkan segelas air hangat dengan perasan lemon tipis— persis seperti racikan yang selalu Aruna minum saat tenggorokannya mulai gatal. Saat Aruna menggeser tumpuan kakinya karena nyeri memakai high heels, Jayden berbisik pelan di samping telinganya. "Sepatumu terlalu sempit di bagian depan. Sepuluh menit lagi kita bisa duduk di ruangan istirahat. Tahan sebentar." Bahkan saat makan malam pribadi keluarga setelah pesta, Jayden menyingkirkan irisan daun ketumbar dari piring Aruna—hal kecil yang bahkan Romi sering lupa setelah delapan tahun berpacaran. "Kamu hapal semua tentangku?" tanya Aruna malam itu, saat mereka akhirnya tiba di pent-house mewah milik Jayden. Jayden sedang melepas jam tangan mewahnya di depan meja rias. Melalui pantulan cermin, mata elangnya menatap Aruna yang berdiri canggung di pintu kamar. "Aku sudah memperhatikanmu cukup lama." Balas Jayden datar. "Terutama sejak kamu ditinggalkan oleh Romi sendirian di Pesta Perusahaan satu tahun lalu. Sejak saat itu entah kenapa aku jadi sering melihatmu bersama Romi di tempat-tempat yang kalian datangi. Melihatmu terus diperlakukan dingin oleh laki-laki itu, membuatku tanpa sadar memperhatikanmu dan jadi tahu kebiasaanmu yang tidak laki-laki itu sadari." Tambahnya lagi. Aruna menunduk. Ada hangat yang perlahan merambat di dadanya yang sempat membeku. Setelah kehancuran akibat dicampakkan Romi, perhatian-perhatian kecil dari pria sekelas Jayden terasa seperti obat yang sangat menenangkan. Aruna berpikir, mungkin Tuhan sedang mengganti kesedihannya dengan pria yang jauh lebih dewasa dan perhatian. Dengan pria yang lebih baik dari sebelumnya. Aruna semakin terlena, karena malam itu Jayden benar-benar melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami. Padahal gadis itu pikir mereka masih membutuhkan waktu perkenalan mengingat pernikahan mereka yang hanya sebuah perjodohan belaka. Perlakuan lembut dan manis laki-laki itu di malam pertama mereka, membuat perasaan Aruna terbuai. Wanita itu berpikir dia baru aja menemukan pelindungnya. Pelindung yang lebih baik dari Romi dari sisi manapun. Dari wajah, sikap hingga kekayaanya. Tanpa wanita itu sadari, ada senyum kemenangan aneh di wajah Jayden setelah mereka selesai melakukan malam pertama malam itu.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
818.7K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.1M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
379.0K
bc

Not just, the Beta

read
360.2K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook