"Aaaaa!!! hampir saja perut Dita terbentur sofa kalau tidak ditahan oleh Yuna. Yuna dengan paniknya langsung masuk ke dalam rumah Herman, dan menahan tubuh Dita dengan kuat, hingga perut Dita hanya mencium sisi sofa saja saat melihat Dita tidak bisa mengimbangi tubuhnya ketika Herman menamparnya. "Ku bunuh kau! " teriak Yuna penuh kemarahan pada Herman, bahkan Yuna sampai menunjuk mata Herman penuh kemarahan. " siapa kau berani mengancam ku? "tanya Herman tanpa merasa takut. " kau tidak perlu tahu siapa aku. Bersiap-siap kau hancur. "ujar Yuna yang langsung membawa Dita keluar dari rumah Herman, membuat Herman merasa penasaran sebenarnya siapa wanita tua namun terlihat sangat cantik itu, Kenapa dia begitu sangat berani terhadap dirinya. pikir Herman penuh penasaran. " kita ke ruma

