"Aku tidak tau, dihargai berapa kamu sampa mau jadi mainan Tuan Devan. Sekarang, aku ingin kamu segera menghapus jejak pria lain yang ada dalam perutmu itu. " Ujar Andi yang langsung menyeret Dita ke dalam kamar mandi, lalu mendorong paksa kepala Dita, menyelamkan kepala Dita ke air, hingga membuat Dita kesulitan untuk bernafas. "Emmm... emmmm.. Dita kesulitan untuk berontak karena ia tidak bisa bernafas. Andi terus menekan kepala Dita dalam air, tekanan penuh emosi. Dita hanya bisa mengelus perutnya, berharap masih bisa menghirup udara segar. "Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang setelah teman kencanmu berhasil menghancurkan hidupku. "ujar Andi dengan penuh emosi menekan kepala Dita semakin dalam, hingga Dita merasa tidak kuat untuk menahan agar tetap bisa hidup lagi. Bugh tub

