52. Lima Puluh Dua

1134 Words

Seperti kata Mr. Altarik kemarin, pagi ini Rahee menyiapkan pakaian kerjanya, dia tempatkan di ranjang mereka setelah rapi. Mulai membiasakan diri bangun pagi, meski masih pakai alarm dan harus berkali-kali bangun lalu bobok lagi dengan alasan masih terlalu pagi, untungnya tidak bablas. Sekarang Mr. Altarik sedang mandi. Rahee pun beranjak ke dapur, melihat isi kulkas, dia memilih telur sebagai teman sarapan pagi ini. Btw, Rahee ini sebenarnya punya satu keahlian di bidang memasak, yakni masak mie instan. Lihai sekali seolah telah terlatih sampai-sampai masaknya pun di ricecooker. "Masak apa, Ra?" Yang disebut namanya pun menoleh, Rahee melihat Mr. Altarik menuangkan air ke gelas, lalu meminumnya. Rahee fokus lagi ke wajan. "Ceplok telor." Rahee tidak melihat Mr. Altarik yang menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD