"Kita balik ya, Kai." "Lia titip Kai, ya." "Sering-sering main ke rumah utama!" "Saya pulang, Bang." Begitulah ucapan dari Bang Dion, Bang Umin, Marine, hingga Altarik yang pamitan. Satu per satu dari personil kesebelasan berniat meninggalkan rumah hajatan. Banyu menepuk pundak Kai seraya berpesan, "Jadi suami dan ayah yang baik, Kai. Walaupun belum bikin, maneh udah punya anak, inget. Yang sayang sama mereka, ya." "Iya, Bang. Siap." Lalu, giliran Lei. Dia peluk dan menepuk punggung Kai sebagai tanda persaudaraan. "Selamat menempuh hidup baru. Ini langkah awal, kamu baru aja buka pintu. Ke depannya masih panjang." Kai balas memeluk abangnya. Sampai kemudian Lei beralih kepada Alia, tersenyum ramah. "Yang akur ya kalian. Berantem sewajarnya, kalo mau kabur, ingat jalan pulang. Lia

