Chapter 28 “Loh, masih ada pesenan puding?” tanya Ryuu begitu ia memasukkan barang-barang ke dalam mobil. “Punya Mas lo tuh..” Alis Ryuu terangkat. “Mas Djorka?” Tiana mengangguk sambil menguap. Ia bangun sangat pagi untuk membuat puding itu karena tadi malam ia tidur lebih cepat karena lelah. Luna sebenarnya membantu, makanya kedua gadis itu menguap beberapa kali pagi ini. Ryuu kemudian masuk ke dalam mobil, memandangi bergantian dua anak perempuan yang ada di kursi samping dan kursi belakangnya. Keduanya sama-sama memejamkan mata mereka. “Kalian tidur jam berapa tadi malam?” “Lebih tepatnya bangun jam berapa,” ralat Tiana. “Kita bangun pagi banget..” Tiana menghela napas, menatap kosong ke depan seolah jiwanya sudah tak menyatu lagi dengan raga. Luna masih setia dengan mata te

