Chapter 8 “Masalah yang mana? Udah lupa gue sama itu,” Luna mengelak. “Lun..” “Ryuu, udah ya, lupain aja masalah itu.” “Kita damai ya berarti?” Luna menghela napas. “Yaudah.” Padahal Luna tak tahu juga apa selama ini mereka berperang sampai harus berdamai. “Oke.” “Ya oke.” Keduanya saling pandang. “Apa lagi?” tanya Luna. Ryuu menggeleng. Luna menatap punggung Ryuu yang sudah menjauh. Pria itu kemudian meninggalkan sekolah dengan mobilnya. Luna sudah sampai di halte bus. Kini hanya ada dia sendiri saja di sana. Luna menatap mobil dan motor yang berlalu lalang. Pikiran Luna tidak ada di sana. Ada banyak hal yang berkeliaran di dalam kepalanya. Gadis itu menarik napas dalam kemudian membuangnya perlahan. Luna melakukannya beberapa kali. Tak berapa lama angkot yang Luna tun

