Chapter 3 Ryuu berpamitan pada teman-teman dan juga seniornya yang masih ada di lapangan. Mereka baru saja selesai main futsal. Hari ini Erian tidak ikut bermain karena sedang ada pertemuan keluarga di rumahnya. Pasti Erian dijebak hingga ia berakhir terkurung di dalam acara yang amat sangat tidak disukainya itu. Ryuu sudah bisa bayangkan bagaimana anak laki-laki itu mengomel besok pagi. Lambaian tangan Djorka menarik sudut bibir Ryuu. Memang Djorka menawarkan diri untuk menjemputnya tadi. Awalnya Ryuu ingin membawa mobil sendiri, tapi Djorka mengatakan kalau ia yang akan mengantar dan menjemput sang adik karena kebetulan ia ada urusan di luar. Djorka menyalakan mobilnya kemudian meninggalkan parkiran. “Udah selesai?” tanya Ryuu membuka obrolan. “Hm.” “Sebentar banget.” “Kamu

