CCTV

1125 Words

Setelah puas mengelilingi pemandangan indah disekitar mereka, Letta dan Deen berinisiatif untuk memasak di dapur. Mereka tidak mau memanggil pelayan. Hari ini adalah hari mereka, tidak ada yang boleh menganggu. Letta dan Deen mengenakan apron yang lucu dan tersenyum satu sama lain dengan penuh semangat. Dapur mereka dipenuhi dengan aroma rempah-rempah yang menggugah selera, dan semangat cinta yang menghangatkan. "Penasaran rasanya seperti apa ya, masakan kita sendiri?" kata Deen dengan penuh antusiasme. Letta mengangguk setuju, "Aku juga penasaran. Tapi asalkan kita berdua yang memasaknya, pasti akan menjadi spesial. Soalnya pakai cinta." "Jadi udah berani gombal?" Deen memeluk Letta dari belakang. Menyandarkan wajahnya pada pundak mungil itu tanpa berniat untuk bangkit. Deen sedang te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD