Jedidah berlari di koridor rumah sakit, langkahnya mantap dan penuh kemarahan. Napasnya memburu, dadanya naik turun saat ia baru saja menerima kabar bahwa kondisi Dara tengah kritis dan kini berada di meja operasi untuk menyelamatkan bayinya. Dari kejauhan, matanya langsung menangkap sosok yang dicarinya—Zurech, sahabatnya sekaligus direktur rumah sakit ini. Pria itu tengah berbicara dengan seorang perawat dengan ekspresi tegang. "Zurech!" Zurech menoleh, sorot matanya sedikit mengeras saat melihat Jedidah yang mendekat dengan aura penuh tekanan. "Apa yang terjadi?! Lu bilang bakalan kasih fasilitas terbaik buat Dara, kenapa dia bisa kayak gini?" Zurech menghela napas panjang, menoleh ke perawat di sampingnya yang langsung mengerti bahwa percakapan ini bukan untuk telinga sembarang or