Yang Terakhir

1287 Words

Raven sama sekali tidak memperlihatkan tanda akan menyerang, namun itu tidak berarti dia tidak segan menghabisiku jika aku menolak keinginannya. Keinginan Raven untuk menghancurkan semesta tidak bisa dibiarkan. Aku harus menyelamatkan teman-temanku dan menghentikan kerusuhan ini dengan sebuah keputusan berdarah. Sayang, di sisi lain aku tidak berani menghunuskan pedang pada si pembuat onar. Aku tidak mencintainya, namun aku juga tidak membencinya. Padahal nasib dunia berada di atas pundakku, namun aku malah terjebak dalam dilema. "Lucia, kau ingin membunuhku?" Tatapannya begitu intens dan sarat kepedihan. Apakah jika aku membunuhnya maka dunia akan kembali seperti sedia kala? Aku memang tidak pantas berucap mengenai keadilan dan kebaikan, karena aku bukan satu-satunya yang terluka. Lalu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD