Sembilan Puluh Tujuh

200 Words

*Author Pov* Rio, Haqi juga Alvan menatap tidak percaya, mereka pikir tim mereka akan kalah karena tim lawan benar-benar membuat Harimau Putih terpencar. Bahkan di tengah pertandingan Genta terlihat kesal dan frustasi, ia bahkan tidak sekali dua kali berteriak pada Juna ataupun Radi. Begitu pun dengan kedua orang itu. Saat itu Rio merasa kalau mungkin tim mereka hanya bisa bermain sampai di sini saja, dan Rio pun tidak mempermasalahkan nya. Ia sudah cukup senang karena ketiga junior nya mampu bertahan hingga permainan terakhir tanpa melakukan pergantian pemain dengan dirinya ataupun Haqi. Sekarang ketiga Junior nya malah memberikan kemenangan tidak terduga seperti ini. Suasana yang beberapa saat terdiam, tiba-tiba langsung bersorak kencang. Juna bahkan masih diam tertegun, hingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD