*Author Pov*
Riri dan Sania saling menghentikan langkahnya saat tidak sengaja saling bertemu di depan ruang OSIS.
Sejak mereka bertengkar waktu itu, mereka berdua memang sudah tidak duduk satu bangku lagi seperti sebelumnya. Sania memilih pindah duduk di samping Linda.
Suasana canggung menguar dari mereka berdua, karena tidak ada salah satu dari mereka yang bergerak selama beberapa detik, Sania memutuskan untuk berjalan lebih dulu meninggalkan Riri yang masih berdiam diri di tempatnya.
Sewaktu Juna mengantarkan nya hingga di depan rumah, pemuda itu memang sempat meminta maaf pada Sania karena sudah menyebabkan gadis itu dan Riri bertengkar cukup lama.
Saat itu Sania tidak menjawab apapun, ia hanya mendengar kan Juna di sepanjang jalan memuji rumahnya.
Walaupun suasana masih ramai para murid yang sedang berlalu lalang ke sana dan kemari, ia merasakan jika Riri mengikuti nya dari belakang.
Sania hanya mengangkat bahunya tidsk terlalu peduli. Mereka berjalan hingga di depan kelas mereka dan berjalan menuju bangku mereka masing-masing.
Sampai saat ini mereka masih tidak berbicara. Genta sudah mengusulkan untuk mengalah saja pada Sania, tetapi Riri menolaknya. Ia bilang kalau ia tidak akan pernah berbicara lebih dulu pada Sania sebelum wanita itu meminta maaf padanya.
"Lo masih marahan sama Riri?" tanya Linda saat melihat Sania dan Riri masuk kelas bersamaan namun hanya saling diam.