Delapan Puluh Sembilan

210 Words

*Author Pov* Setelah pertandingan pertama selesai, Rio juga timnya langsung pergi menuju ruang ganti dan bersiap untuk mengikuti babak penyisihan kedua ini. "Padahal ini bukan lagi jadi pertandingan pertama kita tapi kenapa rasa gugup itu gak pernah hilang ya? bikin perut jadi mules aja." gerutu Genta yang sejak tadi sudah bolak-balik karena gugup. "Lo malah keliatan kaya Bapak-bapak yang lagi nunggu kelahiran anak pertama." balas Radi yang mulai jengah melihat kelakuan teman satu timnya itu. "Sok tahu lo." "Yeee, bapak gw gitu tuh waktu nyokap gw lahiran adek gw. Bolak-balik kayak setrikaan. Tenang ngapa dah, kaya Juna noh, dari tadi diem." Radi menunjuk Juna yang sedari tadi tidak mengangkat wajahnya dari layar ponselnya. "Lo liat apaan sih dari tadi?" Radi yang penasaran bangun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD