*Author pov* Juna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat melihat Sania sedang menunggunya di kursi panjang di lorong yang menuju kelasnya. Sebenarnya melihat Sania duduk di sana bukan berarti gadis itu menunggu Juna, karena saat ini pun gadis itu sedang mengobrol dengan temannya. Tetapi entah kenapa firasat nya mengatakan jika Sania sedang menunggunya. "Yo, Jun! ngapain lo bengong gitu?" tanya Genta yang datang dari arah belakang. "Hoho... gw tahu. Lo pasti lagi mikir gimana caranya buat ke kelas lo tanpa ketemu Sania kan?" tanya nya sambil menaik turun kan alisnya. "Sotoy lo!" "Ya terus ngapain lo berdiri bengong di sini?" "Suka suka gw lah. Mau gw berdiri di sini, mau gw kayang di sini kek." "Dih sewot." Juna pun menghembuskan napasnya kencang, ia tahu ia sudah terlalu

