Happy Reading! Maura menatap penampilan Eva dari atas sampai bawah. Pakaian mahal, perhiasan mewah dan tas branded. Sahabatnya itu benar-benar terlihat sangat berbeda. "Jadi kau akan kembali bekerja?"tanya Anne pada putranya. Saat ini mereka sedang sarapan bersama di ruang makan. Gigah mengangguk sambil mengisi piring istrinya dengan sayuran. "Hm"sahutnya. "Itu kabar yang sangat bagus, Gigah. Mama dan papa sangat senang mendengarnya tapi kenapa Eva harus ikut?"tanya Anne. Apalagi penampilan Eva benar-benar jauh dari kata sederhana. Gadis ah wanita itu bahkan menenteng tas seharga milyaran rupiah. "Ya tentu saja karena ia adalah istriku."sahut Gigah membuat Anne dan Arifin saling pandang lalu mengangguk. Putranya tidak mengamuk lagi dan sekarang mau kembali bekerja, itu tentu saja a

