12

794 Words

Happy Reading! "Mas Gig---"Eva seketika terhenti saat melihat om Gigah yang begitu tampan dengan setelan jas dan rambut yang tertata rapi. Mungkin begitulah penampilan om Gigah jika pria itu waras. "Kemarilah, sayang!"pinta Gigah dengan tangan terulur. Eva segera mendekat."Mas rapi sekali, mau ke mana?" Gigah segera memeluk tubuh istrinya."Bekerja, tentu saja. Memang mau ke mana lagi?" "Mas mau bekerja?"kaget Eva. "Iya. Kalau tidak bekerja, bagaimana mas bisa menafkahimu dan lima anak kita nanti." "A-apa?" mendengar kata anak saja sudah membuat Eva ketar-ketir, ini ditambah kata lima pula. Gigah tersenyum lalu dengan cepat menyambar bibir Eva dan melumatnya. "Empp.. Mas.. Hmppp.. "Eva berusaha mendorong tubuh om Gigah namun tidak bisa. Gigah semakin memperdalam ciumannya. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD