Bab 74

3028 Words

Cahaya matahari menyelusup masuk, melalui celah tirai putih vila. Pagi di pulau Bali kali ini terasa hangat. Udara dingin dari AC terasa membelai wajah Arini. Perempuan itu pun membuka mata perlahan. Mengerjap menyesuaikan cahaya yang berhamburan jatuh di retinanya. Langit-langit kamar vila masih asing di mata Arini. Plafon kayu dengan lampu gantung sederhana. Tirai putih yang bergerak pelan ditiup udara lagi. Arini menghirup udara kasar. Wangi bunga merangsek masuk, menyapa indra penciuman. Kini, ia berusaha bergerak, meskipun tubuhnya justru terasa berat. Rasa nyeri menjalar di mana-mana, terutama di bagian intim. Denyutan kuat terasa di sana. Menoleh, perempuan itu mendapati Arka masih tertidur lelap. Dengkur napasnya terdengar teratur. Sejenak, Arini menarik segaris senyuman simpul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD