Bab 85

2707 Words

“Kamu mau apain aku, Mas?! Kamu—” “Diam, Brengsk!” Arka mencubit rahang Arini. Ia memberi ciuman kasar pada perempuan yang sudah tidak bisa melihat apa pun. Kain penutup mata itu cukup tebal. Tidak tembus pandang. “Lepasin aku dari sini, Mas. Kamu nggak bisa seenaknya perlakukan aku kayak gini. Aku nggak salah!” Tidak peduli betapa kerasnya teriakan itu, Arka hanya memasang senyum puas di bibir. Ia menjauhkan tubuhnya dari Arini. Menatap perempuan tersebut dari samping ranjang. Lihatlah. Perempuan tak berdaya itu terbaring. Kedua tangannya terkunci. Matanya tertutup. Baju yang dikenakan sudah berantakan. Gerakannya terbatas. Bahkan, kedua pergelangannya sudah memerah karena Arini terus memberontak. Akan tetapi, itu belum cukup. Arka belum puas melakukannya. Penderitaan itu diangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD