Bab 177

781 Words

Arka menatap Arini dalam diam yang penuh arti, jari-jarinya perlahan menyentuh pipi istrinya yang masih basah oleh air mata bahagia. “Kalau aku punya keinginan besar dari kamu, Rin ... aku mau kamu. Malam ini. Sepenuhnya.” Arini melebarkan matanya, napasnya tertahan sejenak. Sebelum ia sempat menjawab, bibir Arka sudah melumat bibirnya dengan lembut namun penuh hasraat yang tertahan lama. Ciuman itu dalam, basah, lidah Arka menyusup pelan, menari bersama lidah Arini yang malu-malu pada awalnya. Tangan Arka turun menyusuri leher ramping istrinya, lalu ke bahu, meraba kulit halus yang masih terasa dingin karena angin malam. “Mas...” bisik Arini di sela ciuman, suaranya gemetar antara malu dan gaiirah yang mulai bangkit. Tanpa kata lagi, Arka menggendong Arini ala bridal dengan mudah, tu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD