Bab 13

1257 Words

Arka sempat menahan napas mendengar pemaparan Anita. Seharusnya, ia tidak peduli, tapi kenapa ada rasa marah saat mendengarnya? Ia tidak rela, bahkan tidak terima jika Arini dekat dengan lelaki lain. Padahal, ia pun belum pernah lihat siapa lelaki itu. Dan, ya, mau tidak mau, Arka mengakui jika masih ada sisa rasa kepada Arini, si Gadis yang ia anggap sebagai pengkhianat. “Mas, kenapa kamu diem? Ada yang kamu pikirin?” Menyadari sikap Arka yang menurutnya sedikit aneh, Anita akhirnya memberikan pertanyaan. “Nggak. Kita lanjut makan.” Arka memilih untuk menyembunyikan rapat-rapat perasaannya. Ia menekuri isi piringnya tanpa berminat membahas topik pembicaraan sang istri. Jauh di lubuk hati yang terdalam, Arka pun merasa bersalah dengan Anita. Wanita itu terlampau baik untuk menjadi s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD