Bab 132

1929 Words

Keesokan harinya .... Arini masih terdiam di atas ranjang rawat. Tubuhnya belum stabil semenjak operasi kuretase semalam. Sejauh apa pun ia mempertahankan bayi itu, sekuat apa pun perempuan tersebut mencoba, pada akhirnya takdir kehilangan harus diterima. Pagi ini datang tanpa membawa kelegaan. Cahaya matahari yang menyelinap melalui celah tirai hanya membuat kamar rawat itu terlihat lebih terang, tetapi tidak mampu mengurangi sesak yang memenuhi d.a.da Arini. Udara di ruangan terasa begitu dingin. Entah karena pendingin ruangan yang bekerja tanpa henti atau karena hatinya memang sudah terlampau beku oleh kesedihan. Tatapan Arini mengarah ke langit-langit kamar ruang rawatnya. Pada jam sepagi sekarang, perempuan tersebut sudah dibangunkan oleh kenyataan pahit yang harus diterima. Luka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD