Bab 179

1272 Words

Arka mematikan pancuran dengan satu gerakan tangan, air hangat yang tadi membasahi tubuh mereka kini berganti dengan kesegaran pagi. Uap masih mengepul lembut di kamar mandi mewah itu, menciptakan suasana intiim yang membuat Arini merasa seperti berada di dunia milik mereka berdua saja. Arka mengambil handuk putih lembut dari rak, membungkus tubuh istrinya dengan hati-hati, seolah Arini adalah barang paling berharga di dunia. Ia mengusap rambut basah Arini pelan, lalu mengecup puncak kepalanya. “Kamu dingin?” tanya Arka lembut, suaranya masih serak karena sisa-sisa gaiirah pagi tadi. Arini menggeleng, pipinya masih merona. Ia menyembunyikan wajah di daada Arka yang telanjang, menghirup aroma sabun dan kulit suaminya yang segar. “Nggak, Mas. Cuma ... masih canggung aja.” Arka tertawa kec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD