Bab 154

2765 Words

Arini menunduk melihat nama yang terpampang di layar ponselnya. Jantungnya sempat berdetak lebih cepat, sebelum ia buru-buru mematikan layar tersebut. Wajahnya kembali tenang saat menoleh ke arah Irna yang masih berdiri di depannya. Setidaknya, ia berusaha terlihat tenang. “Nggak apa-apa, Ma.” Arini menyelipkan ponselnya ke saku. “Cuma teman lama. Rania sama Angga.” Irna mengangguk tanpa curiga. Senyum tipis kembali muncul di wajahnya. Setelah sekian lama kehilangan Arini, wanita itu seperti ingin memastikan putrinya merasa nyaman berada di rumah ini. “Ayo, Mama tunjukkin kamar kamu.” Irna berdiri lebih dulu. Tangannya menyentuh bahu Arini pelan. “Kamu istirahat di sana. Sebentar lagi Mbak Wati bawa baju ganti buat kamu.” “Iya, Ma.” Tidak lama kemudian, Irna benar-benar meninggalkan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD