“Ampuuuun!! Sakiiiit!! Sakit sekaliiiii!! Terlalu besaaar!! Jangaaan!! Hentikaaan!! Bisa robeeek!!” teriak Alya yang tersiksa. Dia sudah tidak peduli lagi seandainya ada orang yang bisa mendengarkan teriakannya. Ia tak tahan lagi pada rasa sakit yang dideritanya. “Hentikaaaan!! Ampuuuuuuuun!!” Tapi Pak Bejo tidak mengindahkan teriakan Alya. Dia terus saja mendorong penisnya maju tanpa belas kasihan sambil menarik pinggul indah ibu muda yang molek itu. Pak Bejo melesakkan k*********a makin dalam ke dalam lubang mungil yang berada di tengah p****t Alya. a**s Alya belum pernah dilesaki p***s sepanjang hidupnya, inilah pertama kali dia merelakan lubang pengeluarannya dijadikan alat pemuas nafsu. “Dorong ke belakang! Dorong ke belakang!!” suara Pak Bejo terdengar parau. “Goyang bokongmu! Doro

