Part 11

1209 Words

"Aku nggak nyangka bisa melakukannya, Mas" setelah beberapa waktu, aku tak tahu berapa lama suasana hening, Dokter Ara membuka suara. Nafasnya sudah mulai teratur. Dokter Ara bangkit. Dengan wajah basah kuyup, aku menerima ciumannya yang nampak gemas. "Tapi jadi basah semua, maaf ya" ia memasang wajah menggemaskan. Kubalas dengan senyum sedikit sinis. Tak terima, dilahap lagi bibirku. Kami berguling-guling mencari bagian ranjang yang tak terkena cairan vaginanya. Ia masih memakai kemeja yang tadi, aku sudah telanjang bulat. Ia tahu, aku belum o*****e, dan yang aku suka, ia orang yang sangat fair. Tangannya sudah pada posisinya, membelai, menyusuri tiap bagian si johny. Nafsunya seperti tak pernah habis. Matahari mulai hilang, langit berangsur gelap. Kami tak peduli, yang ada di pikiran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD