Setelah bertemu Dokter Ara, aku merasa terus menerus dipertemukan dengan wanita-wanita yang memenuhi syahwat birahi. Sebagai seorang pemula, empat wanita rasanya sudah luar biasa. Apalagi mereka ternyata memiliko tipe yang berlainan. Sebenarnya aku merasa terjerumus tapi ya sudahlah dinikmati saja. Aku belum berusaha untuk berhenti, tapi juga tak getol mencari. Seingatku, hanya Milly yang memang kucari. Lainnya bagai rezeki yang turun tiba-tiba. Ternyata pertemuan dengan Milly belum bisa diulangi. Aku malah kembali bercinta dengan Tiwi sekitar dua minggu setelah itu. Jangan tanya soal Mbak Rani, Ia seperti menjadikanku suaminya selama di sini. Tentu kami tetap sembunyi-sembunyi dan selalu waspada. Suatu hari, selepas habis-habisan memeras keringat karena tak bercinta sepuluh hari, kami t

