Aku sudah sampai di kantorku sekarang. Ah, rasanya aku malu mendengar alasan dari Ardito tadi. Kenapa juga aku harus mengatakan hal yang tidak penting padanya? Ini sangat memalukan sekali. Masuk ke kantor ini, aku merasa merinding, apalagi banyak orang yang menatapku dengan sinis. Bahkan resepsionis pun menatapku begitu. Aku hanya bisa memasang wajah datar kepada mereka semua agar aku tidak direndahkan. Memangnya siapa yang berani merendahkanku, apalagi aku adalah istri dari Ardito. Saat sedang berjalan, tiba-tiba ada yang menyenggolku hingga aku hampir terjatuh. Sial, siapa orang yang sudah membuatku terjatuh ini? Banyak orang yang menertawakan aku, termasuk orang yang menyenggolku itu. Aku segera berdiri dengan tegak dan menatapnya. "Apa yang kamu lakukan, hah?" bentakku dengan jelas

