Bab 22 Ardito Memaksa Amira

1028 Words

Aku sudah sampai di rumah Pria Arogan saat ini. Masuk ke dalam rumah ini membuatku merasa sangat tegang. Apalagi Ardito yang salah paham padaku. "Ini Pah, menantu kesayangan Papah, sudah datang juga." Aku menoleh pada Pak Luky, mertuaku, yang sudah duduk di samping Ardito. Kenapa jantungku malah berdetak lebih kencang lagi? Ada apa dengan diriku saat ini? Ardito menatapku tajam. Apa dia sudah mengatakan semuanya? "Ayo duduk, Amira." Aku tersadar dari lamunanku dan memilih untuk duduk di kursi, bergabung dengan dua pria itu. Mataku melirik ke arah Ardito sambil tersenyum, meski senyumku terasa dipaksakan. "Kenapa Alan menemuimu?" tanya Pak Luky dengan nada yang terdengar tidak biasa. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengambang di udara, membuat suasana semakin tegang. Sudah ku duga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD