149

1126 Words

“Aaa.. Dor.. Dor.. Pak Lek mati!” seru Raksa heboh. Anak itu tak mengerti jika sebentar lagi dewa kematian akan menghampirinya.  Seluruh jiwa Amel rasanya seperti dilucuti setelah mendengar panggilan yang Raksa berikan untuk Niel. Secepat kilat wanita itu menatap pada ketua suku pembantaian kamarnya. “Oh my gosh!” Benar saja. Anak bayi usia dibawah lima tahun yang dirinya lahirkan sedang mengeluarkan aura membunuh. Niel tidak suka dipanggil Pak Lek.. “Niel.. Niel..” panggil Amel. Ia sangat tegang karena melihat Niel berjalan tanpa suara menuju Raksa. Buagh! “Mati gue!” desah Amel lalu suara tangisan Raksa terdengar sangat keras. “Anaknya Rara ditonjok!” Amel meringis sedangkan Niel sebentar lagi juga terlihat akan menangis. Tok.. Tok.. Tok.. Amel berharap jika seseorang dibalik pint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD