120

1065 Words

  Di dunia ini tidak ada yang mustahil untuk Amel lakukan. Niat hati ingin memanjakan diri dengan tenang, jiwa murka Amel  justru malah meronta. Alhasil Amel berniat memboyong seluruh orang-orang salon ke taman depan. Hal ini Amel lakukan untuk mengawasi dua buaya miliknya. "Kabel rol-nya ditarik ke sini Bu?"  "Udah nemu kabel rol yang bisa dipanjangin banget?!" Seperti biasa, bukan Amel namanya jika tak membalas tanya dengan pertanyaan baru yang lain. Untung saja Darmanto sangat hafal tabiat penguasa di keluarga Tirto. Jadi ia bersabar untuk menghindari terpotongnya gaji di bulan mendatang. ‘Sabar adalah koenci menghadapi Nyoya Besar,’ adalah kalimat penenang di saat Darmanto ingin mengambil sebilah pisau untuk menikam dirinya sendiri. Diri sendiri ya.. Kalau nikam nyonya besar Darma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD