174

1177 Words

Melihat kepala Niel menyembul keluar, Resti mendadak heboh sendiri. “San!! Culik! Culik!!” pekik Resti merencanakan penculikan spontan pada diri adik kecilnya. Niat jahat ini telah diketahui Handoko. Sebagai pengabdi setia Niel, tentu Handoko tak akan membiarkan junjungannya mengalami hal buruk.  “No culik-culik dua kali, Mas Hasan!” Handoko mendorong tubuh Hasan. “Mundur!!” perintah laki-laki itu membuat Darmanto dibelakangnya menepuk kening. Berani sekali, batin Darmanto.  “Han.. Mantu Pak Bos ini!” peringat Darmanto sembari menarik tubuh rekan sejawatnya. Bisa gawat masa depan mereka. Handoko harus segera disadarkan sebelum terlalu jauh khilaf pada Hasannya. “Oh!” sejenak jawaban tenang Handoko ini membuat Darmanto cemas. Jangan-jangan patah hati membuat otak laki-laki itu eror sehin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD