164

1106 Words

Hanggono tersentak dari tidurnya. Terbangunnya laki-laki itu membuat  Amel dan Niel juga terjaga. “Sayang!” pekik laki-laki itu teringat akan satu hal. Hanggono benar-benar lupa. Ia segera beranjak turun dari ranjang. “Pah.. Ada apa?” tanya Amel bingung. Ia jadi takut jika ada hal buruk yang terjadi melihat kepanikan Hanggono. “Hasan di kamar Resti Mah! Kemarin aku bilang mereka jangan keluar sampai aku suruh! Papa lupa!” “Oh my God!!” mendengarnya Amel langsung meloncat turun. “Da pa ci?” Ada apa sih- tanya Niel. Hanggono tak menjawab karena baru saja ia bercerita panjang kali lebar. Mau dijelaskan juga Niel tak akan mengerti. Dia masih sangat kecil untuk mengetahui urusan orang dewasa.  Sudah tidak ada waktu. Perasaan Amel mendadak tak enak. Ia menarik tubuh Niel, mengangkat anak it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD