103

1172 Words

“Permisi, Pak,” pamit Siska pada Hanggono sebelum dirinya benar-benar keluar. Di dalam gendongan Siska Niel melambaikan tangan, berdada ria sembari menebarkan senyum semringah seolah dirinya akan diajak bersenang-senang. Tak lupa bayi usia dibawah tiga tahun itu memberikan ciuman jarak jauh. “Dadaaa Ono Iyto.. Mama,” ucap Niel dengan panggilan berbeda untuk Mama dan Papanya, membuat Hanggono membulatkan mata. ‘Astaga! Anak Saya!,’ batin laki-laki itu.  “Dadaaa…”  Sampai di luar ruangan Amel, tepatnya di depan pintu, Siska disambut oleh ke-kepoan anak atasannya. Resti dengan volume suara tinggi menanyakan maksud dari bisikan Siska di dalam tadi. Seperti remaja kebanyakan, tentu jiwa-jiwa rasa ingin tahu Resti membara. Terlebih ini menyangkut masa depan struktur keluarga yang mungkin saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD