95

1120 Words

Plak!! Tamparan mendarat di atas pipi Hang. Ia tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak, tak marah lantaran Amel melakukan kekerasan padanya. Hang justru merasa gemas- tahu alasan dibalik marahnya sang istri.  “Lihatin aja terus itu ya, lidi-lidiannya! Kemarin yang ngejar-ngejar bentukannya Marimas, sachet plastik. Rataaaa!!” ujar Amel berapi-api.  “Sekarang naik kasta ya Hanggono Tirto. Langsung ke sirop Marjan loh. Berlekuk indah gitu like botolnya!” Amel menirukan gerakan Resti ketika meminta izin mereka untuk melakukan operasi. Sungguh hal ini benar-benar hiburan tersendiri. Hang sangat suka.  “Ya dari dulu kan emang selera aku ya,” Hang menangkup da*danya sendiri dengan telapak tangan lalu membuat gerakan up tiga kali sambil mengedipkan satu matanya. “Kamu tahu sendiri kan, Yang. Bera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD