Hanggono memutar kursi kerjanya. Ia mulai berpikir keras mengenai keikutsertaan Handoko dalam bisnis gelap yang dirinya jalani. Haruskah ia memulai dengan mengirim orang kesayangan sang istri ke Rusia?! Negara lain mungkin lebih cocok untuk Handoko mengingat cara hidup unik salah satu asistennya itu. "Korea Utara.." gumam Hanggono sembari melipat kedua tangannya di atas da*da. "Bapak ingin bepergian?!” tanya Darmanto. “Tapi Korea Utara apa tidak terlalu beresiko Pak? Saya akan tanyakan pada Alex dulu mengenai keamanan Negara Om Kim Jong, Pak.” seloroh Darmanto jenaka membuat Hanggono langsung melirik laki-laki. Tingkah dua orang tak lepas dari pengamatan Handoko. Manusia utama yang menyebabkan kesalahpahaman antara Hanggono dan Darmanto itu mengernyitkan kening. Ia jadi bingun

