“Saya berencana mau buatkan kamu rumah. Di deket bangunan punya saya. Mau?” “Bu Amel sama Pak Hangnya nggak jadi cerai, Bu?” Sukma dan Sarah langsung menegakkan tubuh. Mereka menghembuskan nafas secara bersamaan. Keduanya lupa jika makhluk satu ini- si bintang utama, Handoko- merupakan manusia terunik. Bagi Handoko mungkin jika ada yang sulit kenapa harus memberikan kemudahan. See.. Pertanyaan dibalas pertanyaan. Bukan jawaban! Untung saja Handoko setia pada Amel jika tidak mungkin Sukma tak lagi bisa menahan keinginan untuk menendang laki-laki itu. “Pak Handoko.. Bu Sukma tadi hanya mengetes saja. Kan tadi Ibu bilang juga seandainya, Pak.” Sarah maju. Ia tahu jika atasannya sudah menahan kesal. Hari yang tadinya akan digunakan untuk bersantai ternyata harus terkontaminasi dengan kepo

