Kayra menyiapkan segala kebutuhan Arhan, dari mulai pakaian sampai keperluan seperti berkas penting lainnya yang harus dibawa lelaki itu ke asrama. Sudah sangat terlambat dari jadwal, bahkan Dudi berulang kali menghubungi Arhan, menyuruhnya untuk segera datang ke asrama. Untuk pertama kalinya Kayra menyiapkan keperluan suaminya, jika sebelumnya lelaki itu kerap menyiapkan segala kebutuhannya sendiri, kini justru melibatkan Kayra. Kayra menoleh ke arah samping, dimana sang suami tengah duduk bersila menemaninya berkemas. “Ingat nggak saat kamu pergi ke Jepang untuk pertandingan beberapa waktu lalu?” “Kapan? Kayaknya lupa,,” Arhan menikmati keripik kentang, sambil sesekali membalas pesan dari Dudi. Kedua mata Kayra menyipit. “Masa sih lupa? Padahal di jepang nyaris sepuluh hari, pert

