Di sisi lain Arsa langsung berjalan ke arah kantor Gava yang kebetulan dekat dengan restoran tadi. Ia tak berhenti tersenyum saat ingat bahwa wanita itu telah menerima hukuman karena telah berani melawannya. Dirinya langsung masuk ke dalam lift dan berjalan menuju ruangan Gava. Kali ini ia mengetuk pintu karena tak mau melakukan kesalahan yang sama yang nantinya menyakiti diri sendiri. "Masuk." Setelah mendapat persetujuan dari pemilik ruangan, Arsa pun masuk ke dalam dan tatapan keduanya bertemu. Gava tak percaya sekaligus terkejut saat melihat siapa yang datang ke ruangannya. Bahkan ia langsung membereskan berkas atau file yang tadi ia kerjakan karena wanita itu lebih penting dari pekerjaannya. Arsa sendiri berdiri dengan canggung apalagi saat melihat begitu banyak berkas di meja pri

