Elaina mengedip, mengepalkan tangan dan membiarkan Alister mengecupnya. Saat lift membuka, ia membiarkan lengannya ditarik keluar. Ia sudah tahu apa yang akan terjadi kala mereka masuk ke penthouse dan sudah siap dengan konsekuensinya. Saat Alister menyerbu bibirnya dengan ciuman yang panas, ia menerima dengan pasrah. Membiarkan kehangatan yang mengalir lewat bibir, mengenyahkan semua masalah. Sepertinya, ia memang membutuhkan ini untuk menyalurkan kegundahan. Tidak ada obat yang lebih baik untuk menyembuhkan luka hati, selain b******u. Elaina sedang berusaha mengobati sakit hatinya. “Apa kamu sengaja mencariku?” bisik Alister di sela ciuman mereka. Napasnya memburu seperti habis berlari beberapa kilometer. Elaina terengah karena sentuhan laki-laki itu di tubuhnya, mengangguk sambil men

