BAB 44

1350 Words

“Maaf, Kak. Kalau Thomas nggak mau, aku nggak bisa,” tolaknya halus. Thomas menunduk, menyesap minumannya. Lucinta menghela napas, mencondongkan tubuh dan berbisik di telinga Thomas. “Kamu membuat temanmu kehilangan kesempatan untuk punya gaun yang pantas. Kalau nanti dia dipermalukan di pesta, itu salahmu!” Thomas tercengang, menatap Lucinta tidak percaya. “Kenapa jadi salahku?” Lucinta mengangkat bahu. “Salahmu lah, masa Salahku. Siapa suruh jadi laki-laki terlalu angkuh.” Thomas berdecak kesal, merasa terganggu dengan sikap Lucinta yang dinilai sangat memaksa. Ia tidak ingin menjadi model atau apa pun itu di dunia fashion. Namun, saat melihat Eliana yang menunduk, hatinya terketuk. Dengan uang pas-pasan, tentu sulit bagi Eliana untuk mendapatkan gaun yang bagus dan indah. Alister m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD