BAB 33

1127 Words

Ivanka duduk di meja sambil mengaduk minumannya. Ia mendengarkan dalam diam, percakapan teman-temannya. Mereka mengadakan reuni kuliah, dan baru kali ini ia merasa sangat tidak bersemangat. Biasanya, ia selalu menjadi yang paling aktif bicara. Terbiasa menjadi tokoh utama yang harus didengarkan. Kali ini, rasa percaya dirinya hancur karena perkataan teman-ternannya. Bagaimana tidak, lagi-lagi mereka mengungkit tentang kerusuhan di pesta pernikahannya. Padahal, itu sudah terjadi beberapa bulan lalu. “Cewek nggak tahu malu, bisa-bisanya merusuh di pesta mantan.” “Kalau aku, emang malu banget, sih, asli.” “lyalah, orang normal pasti malu. Dia nggak normal.” Salah satu teman mencolek Iengannya. “Eh, emang benar itu mantan Fidell?” Dengan berat hati Ivanka mengangguk. “Benar.” “Soal itu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD