Para penjaga gedung memeriksa laki-laki berkacamata hitam itu seperti pengunjung pada umumnya. Tidak diberi keistimewaan untuk akses masuk. Tidak peduli saat seorang laki-laki mencoba menjelaskan tentang siapa Alister. Para penjaga menganggap laki-laki muda dengan rambut kelimis, hanya membual tentang laki-laki lainnya yang berkacamata. Mereka mengenal siapa boss dari perusahaan ini. Kalau ada yang mengaku-aku, sudah bisa dipastikan kalau itu bohong. Lagi pula, laki-laki berkacamata itu tidak mungkin seorang boss dengan hanya memakai celana denim hitam dan kemeja lengan pendek biru, meskipun wajahnya luar biasa tampan, tapi penampilannya terlihat hanya seorang pegawai biasa. Alister menggeleng pelan pada Juan, sang asisten. Percuma berdebat dengan pegawai yang tidak mengerti apa pun. Set

