Bab 1 Disuruh Menikah

1013 Words
Ilano menatap seorang pria yang kini sedang terbaring lemah di rumah sakit. Dia bahkan merasa tidak yakin kalau semuanya malah jadi tidak tahan. "Aku ingin Pak Bambang mengikuti keinginanku, nikahan aku dengan anakmu!" ujar Ilano. Bambang melihat kearah Ilano dengan sekilas. Dia saat ini memang sulit untuk mengerjakan sesuatu untuk saat ini. "Aku tidak mau menikahkan kamu dengan anakku!" "Aku tahu semua rahasia tentang perusahaan MAgrup. Sekarang nikahkan aku dengan Mira, kalau tidak aku akan mengundurkan diri dari perusahaan MAgrup ini." Bambang memejamkan matanya, dia sekarang sudah tidak punya pilihan lain selain menikahkan anaknya kepada dirinya. "Aku akan menuruti keinginan kamu," gumam Bambang yang membuat Ilano bahagia untuk saat ini. Setelah itu, Ilano memutuskan hendak akan pergi, sampai di depan pintu. Matanya berpapasan dengan seorang wanita yang memang ingin dia jadikan sebagai seorang istri. Wanita itu begitu sangat angkuh dan tidak menyapa dirinya sama sekali. Dia langsung masuk ke dalam tanpa menyapa Ilano sama sekali. "Kamu akan menjadi milikku," batin Ilano. Mira masuk melihat keadaan ayahnya. Dia tersenyum senang ketika melihat ayahnya yang kini sudah siuman. Ada perasaan yang membuat dia bahagia dan kini langsung memeluk ayahnya. "Papah akhirnya bangun juga," gumam Mira yang benar-benar merasa bahagia. "Iya Mira, papah boleh minta sesuatu dari kamu," ujar Bambang dengan nada yang sedikit terbata. Mira mengangguk, dia akan menuruti semua keinginan ayahnya. Termasuk jika dia harus menjadi pemimpin dari MAgrup. Dia akan melakukan itu dengan baik. "Papah ingin apa? Aku pasti akan menuruti keinginan papah," ujar Mira sambil menggenggam tangan ayahnya dengan erat. Demi bisa membuat ayahnya akan sembuh, dia akan melakukan semuanya. "Papah ingin kamu menikah dengan Abraham." Mira membulatkan matanya ketika mendengar permintaan dari ayahnya. Dia sama sekali tidak paham dengan keinginan ayahnya. Sudah jelas kalau Abraham yang sudah membuat ayahnya menjadi sakit seperti ini. (Abraham adalah Ilano dia sedang menyamar) "Kenapa papah menginginkan aku menikah dengan Abraham? Dia pasti hanya menginginkan harta kita saja!" ujar Mira yang merasa yakin kalau Abraham sudah merencanakan ini dari awal. "Itu hanya yang papah inginkan, menikahlah dengan dia." Bambang mengatakan itu kepada anaknya. Mira melihat kearah ayahnya yang memohon padanya. Sedangkan hari Mira masih pada seseorang yang memang sudah hilang selama 5 tahun itu. "Pah," gumam Mira. "Ini keinginan papah," gumam Bambang dengan pandangan sendu. Mira memejamkan matanya, dia tidak punya pikiran lain kalau papah nya sudah memohon seperti ini. Apalagi dulu keinginan papahnya menikahkan dia dengan Samuel sudah gagal. Mira masih curiga kalau Abraham menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Dia masih penasaran dengan hal itu, tetapi bagaimana cara dia bisa mengetahui kejahatan dari pria itu. "Baiklah, Pah. Aku akan mengikuti keinginan papah." Mira sudah setuju akan menikah dengan Abraham, tetapi dia akan mencaritahu tentang Abraham. Dia yakin kalau pria itu menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Apalagi dia tidak tahu tentang perusahaan selama ini. "Papah istirahat dulu yah." Mira mengirimkan pesan kepada Abraham untuk bertemu. Dia yakin kalau pria itu sengaja membuat papahnya sakit dan meminta papahnya untuk menikahkan dirinya dengan pria itu. **** Semetara itu. Ilano yang menyamar menjadi Abraham tersenyum ketika melihat ada pesan dari Mira. Wanita itu mengirim pesan dan mengajak dirinya untuk bertemu. Ilano sudah tidak sabar untuk menunggu kehadiran Mira. Dia memang sudah mengubah penampilannya sedikit lebih cupu agar Mira tidak mengenali dirinya. "Permisi Pak Abraham." "Iya, kenapa?" "Bu Mira menunggu di depan." "Suruh dia masuk saja!" ujar Ilano. "Baik." Hingga tak lama kemudian, orang yang dia tunggu akhirnya datang juga. Mira sudah menatap Abraham dengan sengit. "Abraham!" marah Mira. "Senang sekali kedatangan Bu Mira ke sini," puji Abraham. "Anda sengaja menyuruh papah saya untuk menikahkan anaknya dengan anda!" sinis Mira. Ilano menahan tawanya ketika melihat Mira yang kini terlihat marah dengan dirinya. Menurut dirinya itu sangat lucu sekali. "Kalau iya kenapa? Tidak usah berbicara formal denganku," jelas Ilano dengan santai. "Apa sebenarnya keinginan kamu? Kamu mau mau mengambil perusahaan papah?" tanya Mira dengan sinis. Ilano senang ketika melihat Mira sudah berbicara tidak formal lagi dengan dirinya. Walaupun wanita itu masih kesal dengan dirinya. "Aku hanya ingin menikah dengan dirimu, Mira." "Cih, aku tidak mau menikah dengan orang seperti dirimu Abraham. Aku tahu kamu orang yang licik. Jangan lupa kalau aku ada di tempat kejadian sebelum papah pingsan kemarin di kantor. Dia sudah bertemu dengan kamu, jadi kamu bisa dituntut atas tuduhan mencelakai papah!" ancam Mira. Ilano tertawa ketika Mira malah berasumsi seperti itu. Tetapi memang dia yang sengaja membuat Pak Bambang tidak bisa berkutik lagi. Dia hanya ingin menikah dengan Mira. "Lakukan saja! Kamu tidak punya bukti kalau aku yang sudah membuat papahmu masuk ke rumah sakit," bisik Ilano pada telinga Mira. Mira yang mendengar itu pun mengepalkan tangannya, dia memang tidak punya bukti. Itu yang membuat dia sulit untuk menyalahkan Abraham. "Sial, liat saja nanti Abraham! Saat aku sudah punya bukti maka, aku akan menjebloskan kamu ke dalam penjara!" maki Mira dengan kesal. "Lakukan saja, tetapi sebelum itu, kamu sudah lebih dulu menjadi istrimu. Aku akan melakukan ijab kabul di sini setelah Pak Abraham sadar nanti!" ujar Ilano dengan senyuman penuh kemenangan. Mira membulatkan matanya, pria yang ada di depannya benar-benar menyebalkan, sepertinya memang terobsesi dengan dirinya. "Kamu akan menikah denganku! Jangan pernah bermimpi!" maki Mira dengan tegas. Lagian dia hanya mencintai pria yang lima tahun lalu dia inginkan. "Justru aku akan menjadikan mimpi itu menjadi kenyataan Mira!" ujar Ilano dengan senyum menyeringai. Dia akan melakukan semuanya lebih baik. Mira menatap tajam kearah Mira yang membuat dia semakin kesal. Dia bahkan tidak yakin kalau semuanya membuat dia kesal. "Kamu dengar Abraham, sampai kapan pun aku tidak akan menikah dengan orang serakah seperti dirimu! Aku tahu kamu menikah denganku hanya karena ingin menguasai perusahaan papah bukan?" maki Mira dengan sengit. "Terserah kamu mau berpikir seperti apa, yang jelas aku punya alasan sendiri melakukan hal tersebut. Lagian Pak Abraham akan terus mendesak kamu menikah denganku," jelas Ilano dengan senyuman penuh arti. Mira menaikan sebelah alisnya, dia yakin kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu. Mira tidak boleh kalah begitu saja sampai dia bisa mengungkap identitas dari Ilano. "Sial!" Mira pergi dari ruangan Ilano saat ini. Sedangkan Ilano malah tersenyum melihat tingkah Mira. "Kamu akan menyesal setelah tahu kalau itu adalah aku!" BERSAMBUNG
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD