Kai mengambil alih gelas yang tadi ia sodorkan untuk Nadira begitu gadis itu selesai minum, lalu menaruhnya kembali di meja. Menyelipkan tangannya di antara lipatan kaki Nadira dan juga tengkuknya, kemudian menggendongnya menuju kamar. Nadira yang masih terisak pun menurut saja dengan mengalungkan tangannya di leher Kai. "Tidur ya! Jangan berpikiran terlalu jauh," ucapnya setelah tahu alasan Nadira menangis. Kai mengecup kening Nadira setelah membalutkan selimut di tubuh gadis itu. "Aku tinggal sebentar ya," pamit Kai. Kai yang hendak naik ke atas untuk mengambil laptopnya, sepertinya harus mengurungkan niatnya setelah Nadira berhasil mencekal tangannya. "Aku hanya mengambil laptop sebentar dan akan segera kembali," tutur Kai. Mendengar nada bicara Kai yang mengalun lembut bak lagu